top of page
Search

OPPORTUNITY IN CRISIS UNTUK REAL ESTATE INDONESIA 2026

  • Feb 2
  • 3 min read

Advancing Challenge Into High Value & Opportunities dalam pengembangan masa depan Real estate di Indonesia


Jakarta, 20 Januari 2026

Di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, industri real estate Indonesia justru dihadapkan pada satu pertanyaan krusial: bertahan atau melangkah lebih maju. Tahun 2026 menjadi momentum penentu bagi sektor ini untuk bertransformasi dari sekadar ekspansi menuju penciptaan aset bernilai tinggi yang tangguh, relevan, dan berkelanjutan.


Menjawab tantangan tersebut, Indonesia Real estate Institute (IREI) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Advancing Challenge Into High Value & Opportunities”, yang mempertemukan para pakar real estate, investasi, arsitektur, dan keberlanjutan. Hadir sebagai pembicara antara lain Johannes Widodo (Profesor National University of Singapore), Bayu Utomo (Strategic Property Optimization Expert), Vivin Harsanto (Executive Director & Head of Growth JLL), Iwan Prijanto (CEO Dex Sustainable Solution & Chair Board of Experts GBCI), Ryan Brasali (Director Kota Baru Parahyangan), Yudhaprana Sugarda (Architect & Airport Management Expert), serta Linda T. Wijaya, CEO IREI.


Indonesia Real estate Institute atau IREI, merupakan lembaga yang didedikasikan untuk unggul dalam pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional di bidang real estate. Didirikan dengan komitmen untuk membentuk masa depan industri real estate dengan visi menyediakan pengetahuan modern, pengalaman belajar yang adaptif, dan menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan untuk membekali individu dengan kebijaksanaan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk perkembangan real estate yang terus berkembang.


Dalam pelaksanaannya, tema acara ini memiliki tujuan untuk melihat dan mengembangkan kemampuan industri untuk mengubah tekanan menjadi peluang melalui reposisi aset, pengembangan sektor non-tradisional, dan optimalisasi nilai kawasan. Tren flight to quality terus menguat, sementara sektor data center, logistik modern, kawasan industri berbasis teknologi, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata berkelanjutan diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan baru. Prinsip keberlanjutan dan ESG kini menjadi fondasi utama dalam pengembangan properti berdaya saing jangka panjang.


Dalam paparannya bertajuk “Overcoming Investment Challenges in a Downturn Time”, Bayu Utomo menekankan pentingnya kesiapan proyek, proses pengembangan yang terstruktur, serta keselarasan antara pengembang dan investor dalam menghadapi dinamika pasar yang menantang. Didukung analisis pasar real estate Asia Pasifik dan kerangka RISE (Resilience, Innovation, Sustainability, Efficiency), strategi ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan proyek sekaligus meningkatkan kepercayaan investor jangka panjang.


Sementara itu, Johannes Widodo menegaskan bahwa setiap krisis selalu mengandung peluang. Dengan pendekatan within crisis there is opportunity, industri real estate didorong untuk mengadopsi cara pandang yang lebih visioner, adaptif, dan berani berinovasi. Menurutnya, empat pilar utama :


  • Resilience,

  • Innovation,

  • Sustainability, dan

  • Efficiency\


menjadi kunci agar industri tidak hanya bertahan, tetapi juga bangkit lebih kuat.

Diskusi juga menyoroti peran bandara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep Airport Urbanism. Bandara kini berkembang menjadi ekosistem properti terpadu yang mengintegrasikan penerbangan, ritel, bisnis, logistik, dan pariwisata, sekaligus membuka peluang pendapatan non-aeronautika yang berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.


Sebagai contoh pengembangan berkelanjutan, Kota Baru Parahyangan (KBP) diperkenalkan sebagai kota mandiri seluas 1.800 hektare yang mengedepankan pendidikan, kualitas hidup, dan kelestarian lingkungan. Hingga September 2025, lebih dari 6.000 unit hunian telah dihuni, didukung fasilitas pendidikan, kesehatan, komersial, dan ruang terbuka hijau yang terintegrasi.



Secara keseluruhan, meskipun pasar properti Indonesia masih berada dalam fase penyesuaian, prospek jangka panjang tetap menjanjikan. Dengan dukungan demografi, pertumbuhan ekonomi digital, pembangunan infrastruktur, serta Kawasan Ekonomi Khusus, sektor real estate nasional memiliki peluang besar untuk menciptakan aset bernilai tinggi dan memberikan dampak ekonomi serta sosial yang berkelanjutan.


Linda T. Wijaya selaku CEO IREI sekaligus penggagas acara ini mengatakan dunia real estate khususnya di Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam pelaksanaan percepatan pembangunan dari semua sisi dan jaringan penunjang pembangunan seperti Transit Oriented Development yang secara bertahap menjadi jalur arteri bagi seluruh masyarakat.


“Saya bersama para praktisi profesional yang mem-prakarasi IREI ini akan semakin gencar dalam memberikan perubahan dalam kemajuan real estate Indonesia kedepannya” Tutup Linda


IREI sebagai lembaga akademi real estate ini akan memberikan pelatihan spesifik seperti planning & development, Marketing & management, Finance & Investment, Energy & Sustainability dan Technology.


Comments


bottom of page